Link

Online

Pengunjung: 4, Anggota: 0...
paling banyak online: 61
(anggota: 0, pengunjung: 61) pada 06 Jun : 16:23
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom

Rektor memberikan sambutan pada PKKMB FPIK 2018

Rektor Universitas Bung Hatta memberikan sambutan pada PKKMB FPIK 2018 (Humas/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

PKKMB FPIK 2018

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahaiswa Baru FPIK Tahun 2018 (Humas/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

Kepala Pusat Penelitian Limnologi Mengajak FPIK mengelola Danau Maninjau

Alhamdulillah Allah menunjukkan kekuasanNya, dihari ini Kapus Limnologi (Dr. Fauzan) menawarkan Pengelolaan Danau Maninjau ke FPIK (Y.E/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

Wacana Badan Riset Negara Bergulir

Kamis 13 September 2018 - 23:42:12

gambar: menristekdikti-1
Bandung, FPIK UBH - Wacana pembentukan Badan Riset Nasional (BRN) terus bergulir. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengklaim, Presiden RI Joko Widodo menyambut positif rencana tersebut. Kendati demikian, pembentukan BRN tak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Nasir mengatakan, pembentukan BRN belum tentu dengan melebur sejumlah lembaga riset yang sudah ada. Seperti kemungkinan menyatukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).Menurut dia, BRN didesain untuk mengontrol penggunaan biaya riset yang digelontorkan pemerintah berjalan tepat sasaran.

“(Membentuk) BRN itu penting karena saat ini riset yang dilakukan litbang-litbang di kementerian dan lembaga kerap terjadi duplikasi dengan riset-riset yang lain. Terjadi tumpang tindih riset. Saya mengusulkan kepada presiden, bagaimana litbang itu jadi satu dengan membentuk badan riset nasional,” kata Nasir kepada “PR” di Jakarta, Rabu 12 September 2018.

Ia menjelaskan, pembentukan BRN menunggu selesainya pembuatan Undang-Undang Sistem Nasional yang sedang digodok di DPR. Menurut dia, jika UU tersebut bisa selesai pada 2019, maka BRN akan dibentuk pada 2020. “Saya belum tahu, nanti lembaga apa saja yang akan dilebur, tapi harus ada badan yang mengendalikan lembaga-lembaga riset ini,” ujar Nasir.

Pengamat Pendidikan Tinggi Said Hamid Hasan berpendapat, pembentukan BRN tidak perlu. Menurut dia, pemerintah sebaiknya memaksimalkan peran LIPI, BPPT dan juga Kemenristekdikti. Ia mengatakan, adanya lembaga tunggal semacam BRN akan menghambat kegiatan riset yang telah berjalan.

Ia menegaskan, daripada mewacanakan pembentukan BRN, pemerintah lebih baik membenahi kualitas dan pengembangan riset di perguruan tinggi. “Riset baru bisa berkembang jika terjadi diversifikasi atau berdasarkan keahlian peneliti dan minatnya. Biarkan perguruan tinggi yang mengorganisasikan sendiri riset karena perguruan tinggi memiliki kewajiban menegakkan Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah penelitian,” ucap Said.

Beban baru APBN
Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi menilai, pembentukan badan baru hanya akan menambah beban APBN dan tidak akan mendorong adanya peningkatan inovasi dan teknologi di bidang riset. Menurut dia, menyelesaikan persoalan kualitas riset tidak akan efektif dengan membuat badan baru.

Apa sebenarnya yang menjadi alasan kuat pemerintah ingin membentuk badan riset nasional? Kita sudah punya Kemenristekdikti, Kemendikbud, Kemenkominfo dan LIPI juga lembaga lain yang terkait. Lembaga-lembaga ini sudah menjalankan tugasnya masing-masing terkait pendidikan, penelitian, pengawasan dan pengembangan riset,” kata Hizkia.

Menurut dia, pemerintah lebih baik mengevaluasi kinerja semua lembaga penelitian tersebut dan memastikan kewenangannya tidak tumpang tindih satu sama lain. Ia menegaskan, penggunaan anggaran riset yang optimal seharusnya menjadi fokus yang harus dikejar pemerintah, bukan mewacanakan membentuk BRN.

Salah satunya adalah dengan menjembatani riset dengan pihak industri. Dengan adanya hubungan baik antara keduanya, kegiatan riset di tanah air dapat diarahkan untuk mendukung perkembangan industri nasional. Hal ini akan bermanfaat terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Sumber: Pikiran Rakyat
model cetak buat pdf untuk berita ini

Deputi dan Kepala Pusat Liminologi LIPI Jalin Kerja Sama dengan FPIK UBH

Kamis 13 September 2018 - 23:30:08

gambar: deputi_kebumian_lipi Padang, FPIK UBH - Dalam rangka menjalin relasional dengan pihak eksternal, LIPI membangun kerja sama dengan Universitas Bung Hatta terkait stage lanjutan inland waters.

Hadir dalam pertemuan itu Dr. Ir. Zainal Arifin, M. Sc., Deputi Kebumian LIPI. Dan juga, dalam kunjungan kerja sama tersebut, hadir Dr. Ir. Fauzan Ali, M. Sc., Kepala Pusat Limnologi LIPI. Rektor Universitas Bung Hatta, yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor II, Dra. Susi Herawati, M. Pd. menyambut baik kedatangan dari Deputi dan Kepala Pusat LIPI tersebut. Di samping itu, seluruh dekan selingkungan Universitas Bung Hatta dan dosen FPIK turut hadir dalam forum tersebut. Selengkapnya silakan klik https://bunghatta.ac.id/news-2820-deputi-dan-kepala-pusat-liminologi-lipi-jalin-kerja-sama-dengan-fpik-ubh.html
model cetak buat pdf untuk berita ini

Para Pakar FPIK Selenggarakan PKM Kolaborasi: Budidayakan Karang Hias di Pessel

Kamis 13 September 2018 - 12:27:58

gambar: bdp_gambar: -1536830519
Padang, FPIK UBH - Penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Bung Hatta di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2017 menarik perhatian dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) untuk mengidentifikasi potensi dan kendala pengembangan ekonomi masyarakat setempat. Sebagai destinasi wisata bahari, kegiatan snorkeling dan diving merupakan magnet utama bagi turis mancanegara datang ke Sungai Pinang. Lokasi yang tahun 2018 ini dapat diakses dengan baik memberi peluang besar untuk promosi dan pengembangan ekonomi wisata bahari. Konsekuensinya, intensitas aktivitas pada ekosistem terumbu karang semakin meningkat. Karena itu ekosistem terumbu karang perlu dijaga kelestariannya.

Dr.Ir. Suparno, M. Si., Pakar Biologi Laut Prodi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta bersama tim LPPM berhasil memenangkan dana Hibah Program Kemitraan Masyarakat dari Kemristekdikti tahun 2018 untuk pengembangan berkelanjutan wisata bahari Nagari Sungai Pinang.

Dr Suparno yang berpengalaman luas dalam penelitian terumbu karang dibantu oleh Anggota Tim, Dr. Ir. Abdullah Munzir, M. Si., dari Prodi Budi Daya Perairan (BDP) FPIK dan Karmila Suryani Suryani S.Kom, M.Kom dari Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Implementasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dipimpin Dr. Suparno mendapat sambutan antusias dari berbagai elemen stakeholders mencakup core stakeholder, yaitu masyarakat mitra kerja yang dikoordinir David S.Pi (alumni FPIK), kalangan birokrat yakni Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Selatan dan unsur legislatif yakni Meni Mardanus, S.Pi, anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, yang juga adalah alumni FPIK.

Dr. Abudullah Munzir yang juga berpengalaman sebagai Team Leader Penyusunan Renstra Manajamen Terumbu Karang Sumbar tahun 2005 menjelaskan bahwa tujuan kegiatan PKM tahun 2018 ini adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dengan membangun lokasi transplantasi karang untuk atraksi snorkeling dan diving; keterampilan manajemen mitra melalui pelatihan manajemen dan pembukuan keuangan sederhana; strategi pemasaran melalui pembuatan website mitra dan pelatihan pemasaran wisata bahari. Anggota Tim lainnya yaitu Karmila Suryani, S.Kom, M.Kom telah berkontribusi dalam kegiatan pelatihan manajemen Web sekaligus launching Website Wisata Bahari Nagari Sungai Pinang, di posting dengan domain www.wisatasungaipinang.com. Suryani menjelaskan bahwa website ini adalah sebagai salah satu sarana untuk promosi wisata bahari Sungai Pinang.
(Rio)
model cetak buat pdf untuk berita ini

4 DOKTOR DOSEN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN MENJADI KOMISI DEWAN RISET DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT

Kamis 13 September 2018 - 04:29:29

gambar: dewan_riset_daerah_sumatera_barat
Padang, FPIK UBH - Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Barat No 50-622-2018 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 050-287-2016 tentang Pembentukan Dewan Riset Daerah dan Peneliti Mitra Dewan Riset Daerah Provinsi Sumbar Periode 2016-2021, tanggal 30 Agustus 2018: 4 Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menjadi Dewan Riset Daerah. 4 Dosen tersebut Dr. Ir. Eni Kamal, M.Sc, Dr. Ir. Suparno, M.Si, Dr. Ir. Alfian Zein, M.S berasal dari Prodi PSP dan Dr. Ir. Usman Bulanin, M.S dari Prodi BDP.
model cetak buat pdf untuk berita ini
Halaman   <<        >>  
Fasilitas Pencarian
Belum ada agenda bulan ini.

SSRKJSM





12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Download Terbaru
»Poster ICCS 2015 (42.81 kb)
Kategori: Yusra
»Poster Semnas Faterna ( b)
Kategori: Yusra
»Prosiding Undip, Yempita, Yusra (897.33 kb)
Kategori: Yusra
»Prosiding Undip, Yusra, Yempita (961.8 kb)
Kategori: Yusra
»Poster Sem Int 2nd IYSCAS, 2013 (437.79 kb)
Kategori: Yusra
Translate This Page
Copyright (c) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta
Dibangun oleh Tim Swakelola PTSS 2009 Univ. Bung Hatta bersama CV. Djamboe WebDesign