Link

Online

Pengunjung: 4, Anggota: 0...
paling banyak online: 61
(anggota: 0, pengunjung: 61) pada 06 Jun : 16:23
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Perjuangan Minapolitan 2011
Abjad Pertama Judul Tulisan
B E H I K L P R S Daftar
05 10
Al-Itsnayna, 26 Jumada Al-Ula 1431 H - 04:47:08
oleh: Hendry Allen

Kasus dana talangan (bail out) Bank Century dan gugatan terhadap ibu Sri Mulyani, serta riuh rendahnya persaingan pilkada diberbagai daerah marak diberitakan berbagai media massa lokal dan nasional beberapa waktu lalu menambah ragam problematika yang sedang dihadapi oleh sebagian masyarakat Indonesia yang saat ini berjuang mengatasi kemiskinan dan menginginkan perbaikan kesejahteraan.

Dibalik kemelut politik yang sedang dihadapi, sebagai negara yang memiliki potensi sumberdaya alam berlimpah dengan wilayah perairan yang amat luas, sektor kegiatan budidaya perikanan sedapatnya diberikan perhatian khusus agar dapat berperan penting sebagai suatu strategi pengelolaan yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.                       

Perhatian ini ditunjukkan oleh pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad baru-baru ini yang menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan sebuah program yang fokus mengintegrasikan kegiatan produksi budidaya perikanan bersama sektor industri pengolahan dan pemasaran kedalam suatu kawasan industri yang disebut “kawasan Minapolitan”, sebuah langkah maju yang akan dimulai pada 2011 nanti. 
            
Karena nya, optimisme Minapolitan yang belakangan ini mulai digaungkan pemerintah cq Kementrian Kelautan dan Perikanan terasa bagaikan membawa “angin segar” dan memberi harapan dalam meningkatkan pendapatan negara dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera, walaupun dalam kelancaran pelaksanaan nya nanti, berbagai keraguan dan pesimisme terus menghadang.

Perjuangan si”Mina”
           

Menurut Harian Kompas edisi Jumat 12 Februari 2010, pemerintah telah menargetkan peningkatan produksi budidaya secara besar-besaran sebesar 353 persen, dari 4, 78 juta ton pada tahun 2009 menjadi 16,89 juta ton pada tahun 2014.Peningkatan produksi ini akan menggeser posisi Indonesia sebagai negara produsen perikanan peringkat kedua dunia (saat ini) keposisi peringkat satu dunia menggeser posisi China ditahun 2015 nanti.
           

Target peningkatan produksi ini dihadang oleh kendala ketersediaan sarana infrastruktur yang belum memadai. Tahun ini saja di Jambi, akibat dibangun mendadaknya ratusan kolam budidaya baru oleh masyarakat untuk mendukung peningkatan produksi budidaya, telah terjadi kelimpahan produksi panen ikan patin yang membuat harga ikan patin turun drastis, akibatnya masyarakat mengalami kerugian.Hal yang sama juga dialami oleh pelaku budidaya di Sumatra Barat yang menghadapi masalah bagaimana memanfaatkan hasil produksi yang berlimpah.   
             

Pengadaan sarana infrastruktur seperti penyediaan jaminan terhadap pasokan listrik, air bersih, gudang penyimpanan ikan (cold storage), pengembangan industri pengolahan serta penyediaan jaringan pemasaran ini tentunya membutuhkan dukungan dana investasi yang besar dan iklim dunia usaha yang kondusif. 
           

Ironisnya, program Minapolitan dicanangkan pemerintah Indonesia justru disaat Bank Dunia, sebuah lembaga ekonomi dunia yang sangat kredibel, dalam laporan “Prospek Ekonomi Global 2010” yang dirilis awal tahun ini di Washington, AS menyatakan bahwa negara berkembang seperti Indonesia akan menghadapi lemahnya ekspansi ekonomi, menderita akibat kesulitan mendapatkan dana, dan sangat rentan dalam ketidakstabilan ekonomi pada lima hingga tujuh tahun kedepan.Hal ini tentunya perlu mendapat perhatian bersama
           

Pernyataan Bank Dunia  ini didukung oleh Data pada Badan Koordinasi Penanaman Modal yang menunjukkan nilai investasi perikanan selama tahun 2006-2009 di Indonesia cenderung turun bahkan hingga Februari 2009, belum terlihat penanaman modal disektor perikanan.
           

Sementara itu, walaupun saat ini berada diperingkat ke dua produsen perikanan dunia, daya saing ekspor hasil perikanan Indonesia saat ini masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara produsen ikan lain nya dan produk perikanan Indonesia sering mendapatkan kesulitan dalam menembus pasar negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat serta kendala pemberlakuan uji logam berat oleh Uni Eropa terhadap produk perikanan dari Indonesia.
           

Sedangkan didalam negeri, fokus terletak pada bagaimana pemerintah mengkomunikasikan semua perencanaan pembangunan tersebut kepada masyarakat/pelaku kegiatan budidaya dan para pengusaha/calon investor untuk mewujudkan iklim usaha  yang kondusif dengan dukungan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang tidak bertumpang tindih berupa pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) disertai kemudahan regulasi dan jaminan perundangan dan penegakan hukum yang jelas untuk menarik investasi. 
           
Sebagai catatan, menurut Asian Corporate Governance Association (ACGA) pada Februari 2010, Indonesia masih berada diurutan ke-11 dari 11 negara di Asia dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).Apakah rendahnya kemampuan tata kelola perusahaan yang baik ini tidak akan memberi pengaruh nyata kepada keberhasilan program Minapolitan nantinya dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat? Bukankah tata kelola merupakan sebuah konsep manajemen yang diatur oleh orang-orang yang kredibel didalam organisasinya, ini berarti sumberdaya manusia Indonesia amat berperan penting dalam menyukseskan perjuangan Minapolitan? Semoga dapat menjadi perhatian kita bersama!.          
Perjuangan Minapolitan 2011 oleh Hendry Allen
Program Minapolitan yang dijalankan Indonesia sebagai sebuah negara  bahari yang kaya dengan potensi sumberdaya alam melimpah sebagai aset perekonomian strategis milik bangsa dalam pengelolaan sumberdaya perikanan tentunya patut didukung oleh segenap lapisan masyarakat dengan menyingkirkan pesimisme yang ada, sebuah kepercayaan akan semangat perjuangan yang nantinya diharapkan membawa hasil  pada sebesar-besar kesejahteraan rakyat.***

Perjuangan Minapolitan 2011 oleh Hendry Allen
Artikel Umum Lain
Ikan dan Kesejahteraan
oleh Hendry Allen
Senin 10 Mei 2010 - 04:40:27
Al-Itsnayna, 26 Jumada Al-Ula 1431 H - 04:40:27
Lingkungan Hidup dari sisi pandang Agama dan Budaya Melayu
oleh Ferry Elwind
Jumat 12 Februari 2010 - 08:44:26
Al-Jum'a, 27 Safar 1431 H - 08:44:26
Scuba Diving, Menggaet Nikmat Dibawah Air
oleh Indrawadi,S.Pi
Rabu 27 Januari 2010 - 03:51:46
Al-Arba'a, 11 Safar 1431 H - 03:51:46
Siput Pertama Berbadan Setengah Flora Setengah Fauna
oleh Yempita Efendi
Jumat 15 Januari 2010 - 09:20:34
Al-Jum'a, 29 Muharram 1431 H - 09:20:34
Serupa Tapi Beda, Kutub Utara dan Selatan
oleh Yempita Efendi
Senin 04 Januari 2010 - 05:12:22
Al-Itsnayna, 18 Muharram 1431 H - 05:12:22
Bongkah Es Antartika Pecah Sepertiga Luas Jakarta
oleh Yempita Efendi
Senin 04 Januari 2010 - 04:36:30
Al-Itsnayna, 18 Muharram 1431 H - 04:36:30
Es Abadi Kutub Utara Terancam Hilang
oleh Yempita Efendi
Senin 04 Januari 2010 - 04:34:37
Al-Itsnayna, 18 Muharram 1431 H - 04:34:37
Raja Ikan Indonesia Nampang di Jepang
oleh Yempita Efendi
Selasa 29 Desember 2009 - 07:53:40
Ats-Tsalatsa, 12 Muharram 1431 H - 07:53:40
Hewan Pertama di Dunia Mungkin Ubur-ubur Sisir
oleh Yempita Efendi
Selasa 29 Desember 2009 - 07:29:04
Ats-Tsalatsa, 12 Muharram 1431 H - 07:29:04
Penyu raksasa tempurung lunak (Rafetus swinhoei)
oleh Yempita Efendi
Selasa 29 Desember 2009 - 07:20:10
Ats-Tsalatsa, 12 Muharram 1431 H - 07:20:10
Fasilitas Pencarian
Belum ada agenda bulan ini.

SSRKJSM


12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930


Translate This Page
Copyright (c) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta
Dibangun oleh Tim Swakelola PTSS 2009 Univ. Bung Hatta bersama CV. Djamboe WebDesign