Link

Online

Pengunjung: 8, Anggota: 0...
paling banyak online: 61
(anggota: 0, pengunjung: 61) pada 06 Jun : 16:23
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Ikan dan Kesejahteraan
Abjad Pertama Judul Tulisan
B E H I K L P R S Daftar
05 10
Al-Itsnayna, 26 Jumada Al-Ula 1431 H - 04:40:27
oleh: Hendry Allen

Sektor perikanan telah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat diberbagai belahan dunia dalam memberikan kontribusi positif terhadap kemakmuran dan ilmu pengetahuan sejak dimulainya eksplorasi dan eksploitasi besar-besaran oleh manusia terhadap sumberdaya perikanan dan kelautan di awal abad ini, termasuk di Indonesia.

Namun karena pemanfaatan sumberdaya perikanan selama ini dilakukan cenderung dengan tujuan untuk mendapat keuntungan yang lebih besar dan cepat , maka berbagai aktivitas manusia dalam mendatangkan kemakmuran secara instant tersebut telah memberi dampak negatif dengan rusaknya ekologi planet Bumi secara global dan menyebabkan pertumbuhan negatif terhadap kesejahteraan nelayan tradisional dan masyarakat pesisir yang hidupnya bergantung dari hasil laut dan perikanan.Rusaknya lingkungan perairan mengakibatkan sifatnya sebagai aset strategis bangsa milik bersama (common resource) semakin berkurang nilai sekarang nya (present value).Dampak negatif terhadap ekologi juga telah mendatangkan krisis ekonomi dan sosial seperti terjadinya konflik perebutan sumberdaya ikan antar sesama nelayan Indonesia maupun pencurian ikan di wilayah Indonesia oleh nelayan asing.
Ikan dan Kesejahteraan oleh Hendry Allen
Pemanfaatan sumberdaya ikan secara intensif menyebabkan sumberdaya ikan dunia hanya tinggal 4% yang belum dieksploitasi, 21% telah dieskploitasi pada tingkat sedang, 65% dieskploitasi pada tingkat penuh dan berlebihan, 9% rusak, dan tidak lebih dari 1% yang pulih (Garcia & Moreno, 2001 dalam Suardi, 2006).Di Indonesia, jika jumlah ikan yang diperbolehkan untuk ditangkap atau Total Allowable Catch (TAC) adalah sebesar 5 juta ton dari total 6,1 juta ton kekayaan ikan Indonesia, maka pada tahun 1999 saja, sumberdaya ikan Indonesia yang telah di manfaatkan sudah mencapai 74 persen dari potensi yang tersedia. Sebagian wilayah perairan Indonesia dan sumberdaya ikan nya sekarang berada pada kondisi memprihatinkan dikarenakan sebaran distribusi wilayah penangkapan di Indonesia yang tidak seimbang dan rusaknya ekologi. Sebagai ilustrasi, menurut Buku Pintar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatra Barat, kerusakan habitat hutan bakau (mangrove) di provinsi ini telah mencapai 22, 67% dan kerusakan habitat terumbu karang mencapai 82% pada tahun 2008. Dimasa sekarang, tekanan eksploitasi yang semakin intensif menyebabkan sumberdaya ikan terus menurun dan hanya sedikit yang dapat pulih. Jika tidak diatasi tentu akan berdampak serius kepada terus menurunnya kesejahteraan sekitar 2,5 juta nelayan Indonesia dan sebagian besar masyarakat yang hidupnya bergantung disektor perikanan dan kelautan.Saat ini saja, sebagian besar nelayan sudah termasuk kategori masyarakat miskin di Indonesia.Bagi pemerintah Indonesia sendiri, selain masalah diatas, dilema ini juga berarti sektor perikanan dan kelautan tidak akan dapat lagi memberikan sumbangan yang berarti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, tentu harus segera dicarikan solusinya.


Peran Aktif Masyarakat

Karenanya, sangat penting untuk menerapkan suatu model pengelolaan sumberdaya perikanan yang dinilai sesuai untuk diterapkan di Indonesia, dimana kendali pemerintah dalam pengelolaan sumberdaya perikanan mulai dikurangi dan mulai memberikan porsi keterlibatan kepada masyarakat dan berbagai institusi untuk berperan aktif.Dr.Usman Bulanin, Ms, Ketua Pusat Studi Budidaya dan Konservasi Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta di Padang menyatakan bahwa model Pengelolaan Berbasis Budidaya Perairan atau Aquaculture Based Management (ABM) merupakan salah satu strategi pengelolaan sumberdaya perikanan yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia.Model ini berupa pengembangan kegiatan budidaya perikanan secara aktif oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah, sambil memperhatikan dan menata potensi perikanan sekitarnya agar tetap stabil dan terjaga kelestariannya, sekaligus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia.Namun disadari, penerapan model strategi pengelolaan sumberdaya perikanan ini amat bergantung kepada kepedulian, kesadaran dan peran aktif masyarakat itu sendiri.Jika masyarakat dan berbagai institusi turut berperan aktif, strategi ini akan menjadi kunci sukses mengentaskan kemiskinan dan turut menyelamatkan lingkungan perairan, merubah keadaan menjadi lebih baik.

Penerapan model strategi pengelolaan sumberdaya perikanan dapat dimulai masyarakat dengan mengembangkan sikap altruistik, yaitu memikirkan nasib generasi manusia selanjutnya. Agar aliran manfaat sumberdaya perikanan Indonesia terjaga keberadaan nya sekarang dan dimasa yang akan datang, untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat.***


Ikan dan Kesejahteraan oleh Hendry Allen
Artikel Umum Lain
Perjuangan Minapolitan 2011
oleh Hendry Allen
Senin 10 Mei 2010 - 04:47:08
Al-Itsnayna, 26 Jumada Al-Ula 1431 H - 04:47:08
Lingkungan Hidup dari sisi pandang Agama dan Budaya Melayu
oleh Ferry Elwind
Jumat 12 Februari 2010 - 08:44:26
Al-Jum'a, 27 Safar 1431 H - 08:44:26
Scuba Diving, Menggaet Nikmat Dibawah Air
oleh Indrawadi,S.Pi
Rabu 27 Januari 2010 - 03:51:46
Al-Arba'a, 11 Safar 1431 H - 03:51:46
Siput Pertama Berbadan Setengah Flora Setengah Fauna
oleh Yempita Efendi
Jumat 15 Januari 2010 - 09:20:34
Al-Jum'a, 29 Muharram 1431 H - 09:20:34
Serupa Tapi Beda, Kutub Utara dan Selatan
oleh Yempita Efendi
Senin 04 Januari 2010 - 05:12:22
Al-Itsnayna, 18 Muharram 1431 H - 05:12:22
Bongkah Es Antartika Pecah Sepertiga Luas Jakarta
oleh Yempita Efendi
Senin 04 Januari 2010 - 04:36:30
Al-Itsnayna, 18 Muharram 1431 H - 04:36:30
Es Abadi Kutub Utara Terancam Hilang
oleh Yempita Efendi
Senin 04 Januari 2010 - 04:34:37
Al-Itsnayna, 18 Muharram 1431 H - 04:34:37
Raja Ikan Indonesia Nampang di Jepang
oleh Yempita Efendi
Selasa 29 Desember 2009 - 07:53:40
Ats-Tsalatsa, 12 Muharram 1431 H - 07:53:40
Hewan Pertama di Dunia Mungkin Ubur-ubur Sisir
oleh Yempita Efendi
Selasa 29 Desember 2009 - 07:29:04
Ats-Tsalatsa, 12 Muharram 1431 H - 07:29:04
Penyu raksasa tempurung lunak (Rafetus swinhoei)
oleh Yempita Efendi
Selasa 29 Desember 2009 - 07:20:10
Ats-Tsalatsa, 12 Muharram 1431 H - 07:20:10
Fasilitas Pencarian
Belum ada agenda bulan ini.

SSRKJSM




123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
Translate This Page
Copyright (c) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta
Dibangun oleh Tim Swakelola PTSS 2009 Univ. Bung Hatta bersama CV. Djamboe WebDesign