Link

Online

Pengunjung: 8, Anggota: 0...
paling banyak online: 61
(anggota: 0, pengunjung: 61) pada 06 Jun : 16:23
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Kekuatan Putus dan Kemuluran Benang Tetoron pada Alat Tangkap Payang dengan Penambahan Ekstrak Kulit “Adinandra acuminata Korth” Konsentrasi 0,60-0,80 Kg/L air
Abjad Pertama Judul Tulisan
B E H I K L P R S Daftar
04 08
Al-Hamis, 23 Rabi Al-Thani 1431 H - 08:23:26
oleh: Eri Wahyu Minarto

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai bulan September 2006 di Laboratorium Bahan dan Rancangan Alat Penangkapan Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh konsentrasi ekstrak kulit Adinandra acuminata Korth yang berbeda terhadap kekuatan putus (breaking strength) dan kemuluran (elongation) benang tetoron pada alat tangkap payang

Dalam pelaksanaan Penelitian ini menggunakan metode eksperimen melalui pemanfaatan alat breaking tester untuk mengetahui kekuatan putus dan kemuluran benang uji atau benang sampel. Tahapan kerja yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dengan persiapan, pembuatan bahan pengawet, pengukuran benang sample, pengawetan benang uji, penjemuran benang uji, pemotongan benang uji dan pegujian dengan menggunakan alat strength tester.

Pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini. Data primer didapatkan dari hasil pengamatan pengujian benang uji di Laboratorium Bahan dan Rancangan Penangkapan Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univesitas Riau, Pekanbaru. Sedangkan data sekunder sebagai pendukung penelitian didapakan dengan literature, artikel dan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana ada satu faktor yaitu benang tetoron dengan lima perlakuan pengawet yang berbeda konsentrasinya. Konsentrasi perlakuan adalah perlakuan A konsentrasi ekstrak kulit 0,60 Kg/L air, perlakuan B konsentrasi ekstrak kulit 0,65 Kg/L air, perlakuan C konsentrasi ekstrak kulit 0,70Kg/L air, perlakuan D konsentrasi ekstrak kulit 0,75 Kg/L air, dan perlakuan E konsentrasi ekstrak kulit 0,80 Kg/L air.

Setiap perlakuan dilakukan 10 (sepuluh) kali ulangan pengukuran kekuatan putus dan kemuluran benang tetoron. Hasil pengukuran kekuatan putus benang tetoron pada setiap perlakuan yaitu perlakuan A (0,60 Kg/L air) = 11,52 Kgf, perlakuan B (0,65 Kg/L air) = 11,65 Kgf, perlakuan C (0,70 Kg/L air) = 10,91 Kgf, perlakuan D (0,75 Kg/L air) = 11,05 Kgf, dan perlakuan E (0,80 Kg/L air) = 10,43 Kgf. Dan pengukuran kemuluran benang tetoron didapatkan hasil yaitu perlakuan A (0,60 Kg/L air) = 44,10 mm, perlakuan B (0,65 Kg/L air) = 43,50 mm, perlakuan C (0,70 Kg/L air) = 42,30 mm, perlakuan D (0,75 Kg/L air) = 41,10 mm, dan perlakuan E (0,80 Kg/L air) = 41,00 mm.

Dari pengukuran nilai kekuatan putus benang didapatkan kesimpulan kekuatan putus terbaik pada perlakuan B konsentrasi ekstrak kulit 0,65 Kg/L air dengan nilai 11,65 Kgf dan kekuatan putus terkecil pada perlakuan E konsentrasi ekstrak kulit 0,80 Kg/L air dengan nilai 10,43 Kgf. Hasil Analisis Varian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh konsentrasi ekstrak kulit terhadap kekuatan putus benang dimana F Hitung = 1,0329 lebih kecil daripada F Tabel = 2,61 (Fhit < Ftab), sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Hi ditolak pada taraf 0,05 (tingkat kepercayaan 95%).
Sedangkan nilai kemuluran setelah dilakukan pengujian, kemuluran terbesar pada perlakuan A konsentrasi ekstrak kulit 0,60 Kg/L air sepanjang 44,1 mm dan kemuluran terendah pada perlakuan E konsentrasi ekstrak kulit 0,80 Kg/L air sepanjang 41,00 mm. Hasil Analisis Varian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh konsentrasi ekstrak kulit yang berbeda terhadap kemuluran benang tetoron pada alat tangkap payang, dimana F Hitung = 2,3071 lebih kecil daripada F Tabel = 2,61 (Fhit < Ftab), sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Hi ditolak pada taraf 0,05 (tingkat kepercayaan 95%).


Kekuatan Putus dan Kemuluran Benang Tetoron pada Alat Tangkap Payang dengan Penambahan Ekstrak Kulit “Adinandra acuminata Korth” Konsentrasi 0,60-0,80 Kg/L air oleh Eri Wahyu Minarto
Artikel Abstrak Skripsi Lain
Studi Tingkat Pemanfaatan Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap dan Kebijakan Pengembanganya di Kabupaten Kepulauan Mentawai Propinsi Sumatera Barat
oleh Hendrianto L Raja, Alfian Zein dan Yuspardianto
Kamis 23 Februari 2012 - 07:02:42
Al-Hamis, 30 Rabi Al-Awwal 1433 H - 07:02:42
STUDI TENTANG JENIS PENYU (Sea Turtle) YANG BERTELUR DALAM KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH (KKLD) DI PULAU PENYU KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT
oleh SUBETA ARWAN, HARFIANDRI DAMANHURI, YEMPITA EFENDI
Kamis 23 Februari 2012 - 06:54:00
Al-Hamis, 30 Rabi Al-Awwal 1433 H - 06:54:00
Studi Uji Mutu Ikan Asin "Budu" di beberapa Daerah Sumatera Barat
oleh Dian Paramitha Darwis, Yempita Efendi dan Yusra
Kamis 23 Februari 2012 - 06:38:56
Al-Hamis, 30 Rabi Al-Awwal 1433 H - 06:38:56
Studi Uji Formalin Ikan Teri (Stolephorus sp) Olahan Di Beberapa Pasar Kota Payakumbuh Dan Kabupaten 50 Kota
oleh Romi Sandra, Yempita Efendi, Yusra
Selasa 19 Januari 2010 - 02:51:19
Ats-Tsalatsa, 3 Safar 1431 H - 02:51:19
POTENSI DAN PENYEBARAN MOLUSKA (BIVALVIA DAN GASTROPODA) DI PERAIRAN TELUK TEMPURUNG BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN
oleh EDRI YERLI
Jumat 15 Januari 2010 - 09:51:36
Al-Jum'a, 29 Muharram 1431 H - 09:51:36
Fasilitas Pencarian
Belum ada agenda bulan ini.

SSRKJSM




123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
Translate This Page
Copyright (c) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta
Dibangun oleh Tim Swakelola PTSS 2009 Univ. Bung Hatta bersama CV. Djamboe WebDesign