Link

Online

Pengunjung: 2, Anggota: 0...
paling banyak online: 61
(anggota: 0, pengunjung: 61) pada 06 Jun : 16:23
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom

LIPI dan FPIK-UBH akan Perbaharui Data Kondisi Terumbu Karang Mentawai

Dekan FPIK Universitas Bung Hatta Ir. Mas Eriza,MP menyebukan bahwa, Puslitbang Oseanolgi LIPI dan FPIK Universitas akan segera memperbaharui data kondisi terumbu karang Mentawai (/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

Foto Bareng Menteri Kelautan dan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berfoto bersama dengan Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta di Jambak Sea Turtle Camp,Pasir Jambak. (/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

Kunjungan Menteri Susi Di Ranah Minang

Memperingati Hari Pers Nasional Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudji Astuti Berkunjung Ke Ranah Minang

[i]Foto : Harian Rakyat Sumbar[/i] (/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

Universitas Bung Hatta Miliki 16 Unit Mobil Operasional Kampus

Badan Penguru Yayasan Pendidikan Bung Hatta melalui Rektor menyerahkan 16 unit mobil untuk kegiatan operasional kampus. (/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH akan Buka Prodi Ocean Enggeneering dan Teknologi Pengolahan

Bekerja sama dengan University Malaysia Terengganu Malaysia, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta akan membuka program studi Ocean Enggeneering dan Teknologi Pengolahan. (/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

Mahasiswa FPIK Universitas Bung Hatta Magang di Malaysia dan Perusahaan Perikanan

Selasa 14 November 2017 - 10:50:42

Padang, FPIK UBH - Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Azwar Ananda, MA melepas secara resmi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang akan melaksanakan magang yang disebar ke berbagai instansi dalam dan luar negeri. Kegiatan ini bertempat di Ruang Sidang Rektor Gedung E Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (13/11/2017).

“Magang atau kerja praktik itu merupakan fase pendidikan dalam mempraktikkan teori yang telah diperoleh selama kuliah. Dengan magang mahasiswa dapat belajar secara langsung di lapangan dan menimba banyak pengalaman” ujar Azwar Ananda yang didampingi Wakil Rektor I Universitas Bung Hatta Dr. Hendra Suherman, ST, MT.

Ia berpesan agar para mahasiswa dapat menjaga nama baik alamater selama mengikuti program magang ini dan mampu membangung networing yang luas dengan instansi yang menjadi lokasi magang. Peluang dalam dunia perikanan ini sangat besar sekali, selain bekerja di instansi pemerinatahan, industri juga membuka peluang usaha baru.

Di samping itu juga untuk mahasiswa yang magang ke luar negeri di Univeristi Malaysia Terengganu. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk menimba ilmu dan belajar etos kerja di negeri orang. Dalam waktu dekat ini juga Universitas Bung Hatta akan melaksanakan MoU dengan Univeristi Malaysia Terengganu sekaligus untuk memonitoring mahasiswa yang magang ini

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menyampaikan kegiatan magang ini merupakan bagian dari pelaksanaan kurikulum KBK-KKNI yang telah berlaku di dua juruan yaitu Budidaya Perairan dan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Program magang ini diikuti oleh 29 mahasiswa Budidaya Perairan dan 31 mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. “Fakultas sangat mendukung sekali kegiatan magang ini dalam meningkatkan kualitas lulusan nantinya,” tambahnya.

Ketua Jurusan Budidaya Perairan Dra. Elfrida, M.Si. Apt mengatakan program magang ini sesuai dengan kurikulum jurusan yang wajib diambil oleh mahasiswa pada semester 7 untuk mata kuliah Praktik Keterampilan Budidaya Ikan (PKBI). Mata kuliah ini merupakan salah satu syarat untuk pengajuan judul skripsi.

Pada semester ini terdapat 5 tempat untuk lokasi magang yaitu Universitas Malasyia Terenggganu, Balai Besar Perikanan Air Payau di Jepara, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol Bali, PT, Swadaya Mitra Perkasa di Aceh dan Tambak Udang Bapak Poheng di Langkat Sumatra Utara.

Mahasiswa akan fokus mengenai udang dan ikan Kerapu tentang pembenihan di Hatchery dan pembesaran di tambak. Kemudian untuk mahasiswa yang magang di di Univeristi Malaysia Terengganu akan membahas seputar teknik pembenihan udang, kultur pakan alami, formula pakan buatan hingga teknik pemeliharaan ikan hias dan akuaskap. Pelaksanaan magangnya selama 1-2 bulan dimulai dari 20 November 2017 mendatang.

Sementara itu Ketua Prodi PSP menjelaskan bahwa PKL Mahasiswa PSP dilaksanakan di 9 Perusahaan Perikanan, 6 Perusahaan Ekspor Ikan Tuna di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru Jakarta. 1 Perusahaan Pabrik Alat Tangkap di Cirebon, 1 Perusahaan Pengolahan Hasil Perikanan di Bogor dan 1 Perusahaan Eksportir Tuna di Bungus Teluk Kabung. PKL Prodi PSP sudah mulai dilaksanakan sejak tanggal 1 November 2017 sampai dengan 15 Januari 2018.

“Kita berharap dengan magang ini mahasiswa dapat belajar banyak dan memperoleh ilmu yang langsung dari lapang sebagai bekal nantinya memperoleh pekerjaan ketika lulus kuliah,” sebutnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak buat pdf untuk berita ini

Pertumbuhan Udang Vename di Laboratorium Keahlian FPIK diatas rata-rata

Rabu 08 November 2017 - 23:06:01

gambar: sampling_udang_umur_45_hari-1 Padang, FPIK UBH - Ir. Bujang Selamat, Alumni angkatan pertama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta yang sudah berpengalaman di Tambak Udang sekitar 30 tahun, baik di Indonesia maupun di Negara Malaysia, menjelaskan bahwa dengan berat rata-rata udang vename sekitar 6 gr/ekor pada umur 45 hari diperkirakan angka SR (Survival Rate) akan diatas 90%. Ini merupakan terobosan teknologi, angka pertumbuhannya diatas rata-rata. Apalagi kepadatan disaat awal budidaya 600 ekor / meter persegi. Hal yang senada juga dikemukakan oleh Ir. Haris Hilmi, alumni FPIK yang langsung memimpin pelaksanaan Budidaya Udang dengan Teknologi Busmetik di Laboratoirum Keahlian FPIK ini. Insya Allah kata beliau SR akan diatas 90%.

Ir. Yuneidi Basri, MS, Koordinator Labor Keahlian Budidaya Perairan FPIK Universitas Bung Hatta menjelaskan bahwa Budidaya Udang Vename dengan Teknologi Busmetik yang sedang dikembangkan di FPIK ini memang luar biasa, pengetahuan dan keterampilan yang akan didapat oleh mahasiswa yang tekun akan menambah kompetensi sebagai teknisi tambak. Selama lebih kurang 45 hari pengamatan banyak ilmu dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa yang sedang melaksanakan praktek matakuliah Manajemen Kualitas Perairan. Kata Kunci kesuksesan Budidaya Udang dengan Teknologi Busmetik adalah memenej/mengelola kualitas air tambak kata beliau. Alhamdulillah Prodi BDP mulai melaksanakan "Teaching Factory".

Disaat dikonfirmasi ke Ir. Mas Eriza, MP, Dekan FPIK, beliau sangat bersyukur dan bergembira. Beliau langsung menginformasikan hal ini kepada Rekor Universitas bung Hatta via WA. Rektor yang sedang dinas luar langsung merespon. Ini berita baik kata Rektor. Kita harus secepatnya meyakinkan Yayasan agar Rencana Pengembangan Laboratorium FPIK yang sudah dipresentasikan di Yayasan sesegeranya dapat dimulai pembangunannya. Dana yang sudah disetujui Pembina Yayasan jangan sampai tidak digunakan kata Rektor. Dekan Yakin Yayasan akan menyetujui pengembangan Laboratorium FPIK ini, apalagi ada Dr. Ir. Eni Kamal,M.Sc, salah seorang alumni terbaik FPIK yang selalu memperhatikan lembaga ini, juga ada di Yayasan. Jangankan hal yang menyangkut pengembangan, kata Dekan Bpk. H. Eni Kamal, selalu menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan FPIK yang sedang didiskusikan di Yayasan. Kemaren beliau sudah menginformasikan bahwa Yayasan sudah menurunkan dana praktikum FPIK semester Ganjil 2017, kata Dekan.
model cetak buat pdf untuk berita ini

DIVING PROLAMATOR UBH dan MSDC UNRI Gelar Sertifikasi Selam Jenjang Open Water (A1) dan Advanced (A2) POSSI

Senin 09 Oktober 2017 - 08:21:48

gambar: dpp FPIK UBH - Diving Proklamator Universitas Bung Hatta, salah satu unit kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Universitas Bung Hatta, dan Marine Science Diving Club Universitas Riau, Sabtu-Minggu (7-8) di perairan Kawasan Mandeh Pesisir Selatan, mengadakan sertifikasi selam mandiri

"Bagi seorang penyelam, mempunyai sertifikat selam merupakan suatu kewajiban. Sama halnya seseorang yang mengendarai kendaraan bermotor wajib mempunyai SIM. Hal itu terkait dengan kegiatan menyelam, baik untuk penelitian bawah laut maupun olah raga termasuk salah satu kegiatan yang berisiko bagi keselamatan, apalagi jika dilakukan oleh orang yang belum terlatih," kata Pembina UKM Diving Proklamator DR.Suparno,MSi, saat melepas keberangkatan kelapangan

Instruktur Selam, Mabruri Tanjung menyebutkan, tahapan pendidikan yang dilakukan untuk bisa lolos sertifikasi selam antara lain, PAP (Pendidikan Akademik Penyelaman), LKK (Latihan Ketrampilan Kolam), Ujian Materi, dan LPT (Latihan Perairan Terbuka).

“Pendidikan Akademik Penyelaman (PAP) merupakan sesi penyampaian materi penyelaman yang aman dan nyaman berdasarkan POSSI , selanjutnya Latihan Ketrampilan Kolam (LKK) dilakukan di kolam renang renang Teratai GOR H.Agus Salim”, jelas Tanjung.

Disebutkannya, pada saat LKK ini peserta diajarkan skill waterman ship yaitu keahlian renang dasar, skin dive yaitu keahlian berenang menggunakan masker dan fin, dan dasar-dasar teknik penyelaman yang meliputi pengenalan alat-alat selam sampai cara menggunakannya dengan benar.

Setelah ujian materi yang telah diberikan pada saat PAP, dilanjutkan dengan Latihan Perairan Terbuka diberbagai spot yang berbeda antara lain di Pulau Sironjong Ketek, Sironjong Gadang. Di setiap spot tersebut instruktur dibantu asisesten menguji teknik-teknik yang telah diajarkan ketika LKK.

Sertifikasi selam jenjang open water ini di ikuti oleh 8 orang anggota Unit Kegiatan Diving Proklamator dan 8 orang dari MSDC UNRI, dan 10 orang ke jenjang sertifikasi A2 (Advanced Scuba Diving).*Indrawadi
model cetak buat pdf untuk berita ini

LPDP Kemenkeu RI Lakukan Monitoring dan Coaching Sistem Informasi Monitoring Riset Inovatif Produktif

Jumat 06 Oktober 2017 - 03:30:03

gambar: ldp FPIK UBH - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melakukan monitoring dan coaching Sistem Informasi Monitoring (Simoni) Riset Inovatif Produktif (Rispro) kepada dosen-dosen di perguruan tinggi di Sumatra Barat yang memperoleh dana penelitian dari LPDP. Kegiatan ini dipusatkan di Ruang sidang Rektor Gedung E Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (03/10/2017).

Dalam kegiatan ini LPDP menurunkan 3 timnya yang diketuai oleh Dyah Kartiningdyah, SE, MM, MEd Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset dan Rehabilitasi Pendidikan LPDP bersama Bapak Trioga Adi P Admin IT LPDP dan Bapak Fahdiyansyah Putra Analis Dana Riset LPDP.

Ketua LPPM Universitas Bung Hatta Dr. Ir. Abdullah Munzir, MS menyampaikan LPPM mendapat kunjungan dari LPDP Kementerian Keuangan RI untuk MELAKUKAN Monitoring Kinerja Riset dan Keuangan penelitian di Sumatra Barat yang didanai LPDP. LPPM Universitas Bung Hatta menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan ini yang juga dikuti Perguruan Tinggi lainnya.

“ Universitas Bung Hatta berusaha bukan lagi mengidentifikasi masalah melainkan memberi solusi pada tataran implementasi,” sebutnya.

Di Universitas Bung Hatta sendiri yang mendapatkan dana Rispro LPDP yaitu Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, M.S dan tim untuk judul riset Model Dinamik Pengelolaan Kawasan Danau Maninjau untuk Ketahan Ekonomi Masyarakat untuk Pendanaan Tahun Kedua.

Tim LPDP melakukan evaluasi ke lapangan sekaligus jumpa mitra penelitian dan menyaksikan penebaran benih ikan pada usaha Mina Padi yang merupakan salah satu solusi penting bagi masyarakat di kawasan Danau Maninjau.

Terkait dengan upaya pengelolaan berkelanjutan kawasan danau, pada tahun lampau dosen FPIK melakukan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat berupa penyuluhan dan introduksi budidaya ikan carnivor sekaligus menyalurkan benih ikan lele.

"Tim peneliti FPIK di bawah pimpinan Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, M.Sjuga sudah mempelajari aspek struktur komunitas sumberdaya perikanan Danau Maninjau untuk rekomendasi solusi pengelolaan kawasan. Dari kepercayaan LPDP diharapkan dapat dikembangkan penelitian lainnya terkait model dinamik penelolaan kawasan Danau Maninjau," tambahnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak buat pdf untuk berita ini
Halaman   <<        >>  
Fasilitas Pencarian
Agenda Juni 2018
Belum ada agenda bulan ini.

SSRKJSM




123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
Download Terbaru
»International Journal of MediPharm (473.67 kb)
Kategori: Yusra
»Publikasi Terkini (4 kb)
Kategori: Dahnil Johar
»Proseding Bioeti 2 Yempita Yusra (395.1 kb)
Kategori: Yusra
»Proseding Bioeti Yusra_Yempita (558.47 kb)
Kategori: Yusra
»Prosiding Semnas Undip (679.62 kb)
Kategori: Yusra
Translate This Page
Copyright (c) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta
Dibangun oleh Tim Swakelola PTSS 2009 Univ. Bung Hatta bersama CV. Djamboe WebDesign