Link

Online

Pengunjung: 6, Anggota: 0...
paling banyak online: 61
(anggota: 0, pengunjung: 61) pada 06 Jun : 16:23
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom

Rektor memberikan sambutan pada PKKMB FPIK 2018

Rektor Universitas Bung Hatta memberikan sambutan pada PKKMB FPIK 2018 (Humas/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

PKKMB FPIK 2018

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahaiswa Baru FPIK Tahun 2018 (Humas/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

Kepala Pusat Penelitian Limnologi Mengajak FPIK mengelola Danau Maninjau

Alhamdulillah Allah menunjukkan kekuasanNya, dihari ini Kapus Limnologi (Dr. Fauzan) menawarkan Pengelolaan Danau Maninjau ke FPIK (Y.E/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

Penuhi Kebutuhan SDM Iptek Dikti, Kemenristekdikti Buka Formasi 8.772 CPNS Dosenbaru

Jumat 21 September 2018 - 23:18:06

gambar: menristek
Padang, FPIK UBH - Pemerintah tahun ini kembali membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Berdasarkan pengumuman yang disampaikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), total jumlah formasi CPNS yang disediakan mencapai 238.015 formasi, yang terbagi atas 51.271 formasi untuk di 76 kementerian dan lembaga, dan sisanya 186.744 formasi untuk penempatan di 525 pemerintah daerah (Pemda).Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menjadi salah satu kementerian yang mendapat porsi penerimaan CPNS tahun 2018. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti menjelaskan, formasi CPNS Kemenristekdikti tahun 2018 akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) iptek dan dikti, khususnya dosen dan tenaga kependidikan.
“Pada penerimaan CPNS tahun 2018 ini Kemenristekdikti mendapat 8.772 formasi untuk dosen. Sedangkan untuk CPNS tenaga kependidikan dialokasikan sebanyak 920 formasi,” ujarnya di Gedung D Kemenristekdikti Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Dirjen Ghufron mengungkapkan, penerimaan CPNS di lingkungan Kemenristekdikti diharapkan mampu sedikit menutupi kekurangan jumlah dosen dan tenaga kependidikan yang dialami oleh perguruan tinggi Indonesia. Pasalnya, saat ini Kemenristekdikti membutuhkan sekitar 16.000 orang, baik untuk mencukupi SDM dosen maupun tenaga kependidikan.

Terkait pembukaan pendaftaran CPNS Kemenristekdikti tahun 2018, Dirjen Ghufron berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan bagi insan-insan berprestasi untuk menjadi seorang dosen. Dia mengajak para generasi muda untuk ikut andil memajukan pendidikan tinggi Indonesia di era persaingan global ini. Tak hanya itu, sebagai upaya peningkatan daya saing bangsa, Kemenristekdikti juga menyediakan formasi CPNS bagi para ilmuwan diaspora, yakni anak bangsa yang telah sukses meniti karier sebagai akademisi di perguruan tinggi luar negeri.

“Kami juga menyediakan formasi khusus untuk para ilmuwan diaspora yang ingin pulang ke Indonesia untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa melalui ilmu pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman yang dimilikinya. Formasi untuk para ilmuwan diaspora ini di luar dari formasi CPNS untuk dosen dan tenaga kependidikan,” sebut Dirjen Ghufron.

Pengumuman pendaftaran CPNS yang sudah dibuka pada Rabu, 19 September 2018 melalui laman https://sscn.bkn.go.id telah dinantikan oleh banyak kalangan masyarakat, terutama para pencari kerja. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan, situs https://sscn.bkn.go.id mulai bisa diakses pada pukul 13.00 WIB. Kendati demikian, proses pendaftaran baru dimulai paling cepat tanggal 26 September 2018. Segala informasi mengenai jumlah serta kebutuhan formasi per institusi, persyaratan, dan jadwal pendaftaran CPNS Tahun 2018 dapat langsung dilihat di laman resmi BKN, Kemenpan-RB, maupun Kemenristekdikti (https://ristekdikti.go.id).

“Ini merupakan peluang yang baik bagi mereka yang ingin menjadi akademisi, seperti dosen. Saya juga mengimbau kepada para pendaftar untuk selalu update informasi hanya di laman-laman resmi untuk menghindari berita palsu,” pungkas Dirjen Ghufron. (ira)



Untuk pendaftaran silakan ke https://cpns.ristekdikti.go.id


model cetak buat pdf untuk berita ini

SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU FPIK TAHUN 2018

Minggu 16 September 2018 - 00:14:23

gambar: keunggulan_fpik_edit
Padang, FPIK UBH - Dekan dengan seluruh Civitas Akademika dan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru FPIK tahun 2018. Ananda memilih Fakultas yang cocok untuk masa depan. Laut adalah masa depan Indonesia.
model cetak buat pdf untuk berita ini

Mulai Tahun 2018 Universitas Bung Hatta kembangkan kompetensi mahasiswa

Sabtu 15 September 2018 - 01:05:07

Padang, FPIK UBH - Silakan tonton: https://youtu.be/-X2HpJSdQOY
model cetak buat pdf untuk berita ini

Wacana Badan Riset Negara Bergulir

Kamis 13 September 2018 - 23:42:12

gambar: menristekdikti-1
Bandung, FPIK UBH - Wacana pembentukan Badan Riset Nasional (BRN) terus bergulir. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengklaim, Presiden RI Joko Widodo menyambut positif rencana tersebut. Kendati demikian, pembentukan BRN tak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Nasir mengatakan, pembentukan BRN belum tentu dengan melebur sejumlah lembaga riset yang sudah ada. Seperti kemungkinan menyatukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).Menurut dia, BRN didesain untuk mengontrol penggunaan biaya riset yang digelontorkan pemerintah berjalan tepat sasaran.

“(Membentuk) BRN itu penting karena saat ini riset yang dilakukan litbang-litbang di kementerian dan lembaga kerap terjadi duplikasi dengan riset-riset yang lain. Terjadi tumpang tindih riset. Saya mengusulkan kepada presiden, bagaimana litbang itu jadi satu dengan membentuk badan riset nasional,” kata Nasir kepada “PR” di Jakarta, Rabu 12 September 2018.

Ia menjelaskan, pembentukan BRN menunggu selesainya pembuatan Undang-Undang Sistem Nasional yang sedang digodok di DPR. Menurut dia, jika UU tersebut bisa selesai pada 2019, maka BRN akan dibentuk pada 2020. “Saya belum tahu, nanti lembaga apa saja yang akan dilebur, tapi harus ada badan yang mengendalikan lembaga-lembaga riset ini,” ujar Nasir.

Pengamat Pendidikan Tinggi Said Hamid Hasan berpendapat, pembentukan BRN tidak perlu. Menurut dia, pemerintah sebaiknya memaksimalkan peran LIPI, BPPT dan juga Kemenristekdikti. Ia mengatakan, adanya lembaga tunggal semacam BRN akan menghambat kegiatan riset yang telah berjalan.

Ia menegaskan, daripada mewacanakan pembentukan BRN, pemerintah lebih baik membenahi kualitas dan pengembangan riset di perguruan tinggi. “Riset baru bisa berkembang jika terjadi diversifikasi atau berdasarkan keahlian peneliti dan minatnya. Biarkan perguruan tinggi yang mengorganisasikan sendiri riset karena perguruan tinggi memiliki kewajiban menegakkan Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah penelitian,” ucap Said.

Beban baru APBN
Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi menilai, pembentukan badan baru hanya akan menambah beban APBN dan tidak akan mendorong adanya peningkatan inovasi dan teknologi di bidang riset. Menurut dia, menyelesaikan persoalan kualitas riset tidak akan efektif dengan membuat badan baru.

Apa sebenarnya yang menjadi alasan kuat pemerintah ingin membentuk badan riset nasional? Kita sudah punya Kemenristekdikti, Kemendikbud, Kemenkominfo dan LIPI juga lembaga lain yang terkait. Lembaga-lembaga ini sudah menjalankan tugasnya masing-masing terkait pendidikan, penelitian, pengawasan dan pengembangan riset,” kata Hizkia.

Menurut dia, pemerintah lebih baik mengevaluasi kinerja semua lembaga penelitian tersebut dan memastikan kewenangannya tidak tumpang tindih satu sama lain. Ia menegaskan, penggunaan anggaran riset yang optimal seharusnya menjadi fokus yang harus dikejar pemerintah, bukan mewacanakan membentuk BRN.

Salah satunya adalah dengan menjembatani riset dengan pihak industri. Dengan adanya hubungan baik antara keduanya, kegiatan riset di tanah air dapat diarahkan untuk mendukung perkembangan industri nasional. Hal ini akan bermanfaat terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Sumber: Pikiran Rakyat
model cetak buat pdf untuk berita ini
Halaman       >>  
Fasilitas Pencarian
Belum ada agenda bulan ini.

SSRKJSM





12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Download Terbaru
»Poster ICCS 2015 (42.81 kb)
Kategori: Yusra
»Poster Semnas Faterna ( b)
Kategori: Yusra
»Prosiding Undip, Yempita, Yusra (897.33 kb)
Kategori: Yusra
»Prosiding Undip, Yusra, Yempita (961.8 kb)
Kategori: Yusra
»Poster Sem Int 2nd IYSCAS, 2013 (437.79 kb)
Kategori: Yusra
Translate This Page
Copyright (c) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta
Dibangun oleh Tim Swakelola PTSS 2009 Univ. Bung Hatta bersama CV. Djamboe WebDesign