Link

Online

Pengunjung: 2, Anggota: 0...
paling banyak online: 61
(anggota: 0, pengunjung: 61) pada 06 Jun : 16:23
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom

FPIK Kembali Berduka

Drs. Dahnil Aswad, M. Si., Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Tutup Usia (1964-2019) (/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

2 Orang Dosen Mengikuti Pelatihan Dan Uji Kompetensi Penilaian Kondisi Padang Lamun di Bintan

2 Orang Dosen Mengikuti Pelatihan Dan Uji Kompetensi Penilaian Kondisi Padang Lamun yang diselenggarakan oleh P2O LIPI pada 5-14 April 2019 (/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

5 Mantan Dekan FPIK Menerima Piagam Penghargaan

Rektor Universitas Bung Hatta menyerahkan Piagam Penghargaan kepada lima orang Mantan Dekan FPIK (Humas/Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Bung Hatta)

LIPI dan Enam Universitas Kawal Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang

Kamis 04 April 2019 - 04:25:27

FPIK, FPIK UBH - Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama dengan enam universitas di Indonesia menandatangani nota kesepakatan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) – Coral Triangle Initiative (CTI) 2019 pada Senin (11/3) kemarin. Keenam universitas tersebut adalah Universitas Sam Ratulangi, Universitas Hasanudin, Universitas Diponegoro, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Mataram, dan Universitas Bung Hatta.
Menurut Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah, kegiatan monitoring dan riset dari COREMAP-CTI merupakan wahana untuk menggali informasi tentang kondisi ekosistem pesisir. “Kegiatan monitoring dan riset ini adalah kegiatan utama dalam penguatan kelembagaan pemantauan ekosistem pesisir. Informasi yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dilakukan dengan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Dirhamsyah.

Lebih lanjut Dirhamsyah menerangkan, COREMAP-CTI mempersiapkan kelembagaan daerah agar mampu merehablitasi dan mengelola terumbu karangnya secara mandiri, termasuk kegiatan monitoring kesehatan terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya. “LIPI lewat Pusat Penelitian Oseanografi telah membangun simpul COREMAP CTI di beberapa daerah dengan harapan adanya keberlanjutan pelaksanaan monitoring setelah kegiatan fase III ini selesai,” tuturnya.

Executive Secretary COREMAP, Deny Sutisna mengatakan, ini adalah program nasional untuk upaya rehablitasi, konservasi dan pengelolaan ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait secara bekelanjutan. “Program COREMAP dirancang dalam tiga fase seri waktu terdiri dari COREMAP fase I dinisiasi tahun 1998-2004, fase II yang merupakan fase akselerasi dilakukan tahun 2005-2011 dan COREMAP Fase III berupa penguatan kelembagaan dijalankan pada tahun 2014-2022,” terangnya.
Sebagai informasi, COREMAP-CTI bertujuan melembagakan pendekatan yang telah dibentuk pada fase sebelumnya agar dampak kegiatan berlangsung secara berkelanjutan dalam jangka panjang. “COREMAP fase ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Executing Agency dan LIPI sebagai National Project Implementation Unit),” tutup Deny. (mfn/ed: drs)http://lipi.go.id/berita/lipi-dan-enam-universitas-kawal-rehabilitasi-dan-pengelolaan-terumbu-karang/21567
model cetak buat pdf untuk berita ini

FPIK UBH Turut Andil Perkuat Jejaring Konservasi Penyu

Rabu 12 Desember 2018 - 07:50:21

FPIK, FPIK UBH - Bunghatta.ac.id. Aksi konservasi menetapkan tujuh kawasan Konservasi Sumatera Barat. Empat kawasan konservasi, berfokus pada konservasi penyu. Dalam mengembangkan dan mendukung kehadiran jejaring agar sesama anggota jejaring bisa berkembang dan maju untuk menyelamatkan biota dan kawasan yang dilindungi secara bersama-sama, disusunlah visi pembangunan berkelanjutan.

Jejaring kawasan konservasi ini akan membuat standar SOP dalam menilai keberadaan ekosistem terumbu karang (coral reef) dan populasi penyu (sea turtle) di Sumatera Barat.

Jejaring akan diperkuat dan saling memperkuat dan mengisi di antara kawasan konservasi penyu dan terumbu karang dengan Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) TWP Pieh yang telah memiliki SOP dengan pendekatan "pure conservation".

Dari distribusi kawasan konservasi yang dikelola dengan pendekatan ekowisata konservasi, terlihat bahwa kawasan pantai barat Sumatera Barat dapat menjadi model konservasi biota dan kawasan yang "ideal" serta keikutsertaan dan partisipasi aktif masyarakat, baik yang berada di dalam kawasan maupun yang berada dekat dengan kawasan konservasi.

Peran perguruan tinggi, dalam hal ini Universitas Bung Hatta (UBH), turut andil dengan pengalaman penelitian terumbu karang yang sudah berjalan sejak 1998 untuk wilayah pantai barat Sumatera Barat. Kegiatan penelitian Terumbu Karang akan terus dilakukan yang dimotori oleh Dosen FPIK Universitas Bung Hatta, Dr. Suparno, M.Si dengan melibatkan para alumni (Sanari) dan mahasiswa. Sementara itu, Harfiandri Damanhuri terus bergiat pada penelitian tentang penyu, habitat, dan ekosistem terkait serta pengembangan kawasan ekowisata konservasi yang sudah dirintisnya sejak 1999 lalu.

Tentunya, jejaring ini tidak bisa tidak bekerja sama karena sangat terkait dengan posisi kawasan terumbu karang dan pola migrasi biota penyu serta ekosistem terkait lainnya yang tidak dapat dipisahkan secara ekoregion.

Dalam pertemuan yang konstruktif, semua stakeholders yang terkait dengan penyu dan terumbu karang hadir dan antusias menyampaikan saran-saran dan masukan. Hal baru yang muncul pada pertemuan semua kawasan konservasi adalah "new paradigm" (paradigma baru) tentang perubahan nama dan fungsi pusat penangkaran penyu menjadi "Pusat Rehabilitasi Penyu" yang didukung oleh tenaga medis seorang dokter hewan dan fasilitas pendukung lainnya.

Dirancang dan diharapkan melalui jejaring, ke depan, semua pusat penangkaran secara bertahap akan berubah menjadi "Pusat Rehabilitasi Penyu". Tidak ada lagi pemeliharaan tukik penyu ataupun penyu dewasa, kecuali yang sakit, yang cacat yang dikarantina karena tertangkap atau luka dengan "logbook" yang terdokumentasi dengan baik.

Tentu perubahan ini melalui proses dan akan diperkuat dengan mengaktifkan fungsi pengawasan dan penindakan, melalui FKKP yang sudah di-SK-an oleh Gubernur Sumatera Barat pada 2015.

Pertemuan dilaksankan di Pusat Penangkaran Penyu Pantai Air Manis, UPTD KPSDKP yang difasilitasi oleh PSDKP DKP Sumbar, yang dipimpin oleh Ir. Doni Rahma Saputra, M.Si.
model cetak buat pdf untuk berita ini

FGD LEDIkan Bagan Sumbar

Selasa 11 Desember 2018 - 08:25:49

gambar: andri1
FPIK, FPIK UBH - Bunghatta.ac.id. Selasa (04/12/18), dilakukan FGD tentang LEDIkan di ruang diskusi di hadapan perwakilan nelayan bagan dari seluruh pantai se-Sumbar yang berlokasi di Teluk Carocok, Koto XI Tarusan. Pelabuhan Carocok merupakan satu sentra perikanan pantai dengan spot wisata pantai yang indah di Kabupaten Pesisir Selatan.

Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Syarif Wijaya (Kepala BRSDM KP), Dr. Tony Ruchimat, M.Sc (Kapusris Perikanan), Ir. Yosmeri (Kadis DKP Sumbar). Dekan FPIK UBH ; Ir. H. Mas Eriza, MP Dosen PSP UBH ; Ir. Bukhari M.Si, Dosen Pasca UBH ; Harfiandri Damanhuri. Sebagai tuan rumah Ir. Lisnur (Alumni FPIK UBH) sebagai Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai, Carocok Tarusan, Painan.

Dalam kegiatan ini, juga disampaikan hasil uji coba LED ikan oleh Prof (APU) Dr. Wijo Priono, M.Sc dan beberapa peneliti yang terlibat dalam alih teknologi dalam instrumentasi penangkapan Kapal Jaring Bagan.

Inovasi lampu ini dari 30.000 watt beralih ke lampu bawah air dengan kekuatan 450-500 watt. Dimana dalam.operasi bangan dengan lampu LEDIkan ini hanya perlu 4 unit lampu mampu mengumpulkan ikan dalam jumlah jauh lebih banyak dalam waktu relatif singkat.

UBH diminta ikut terlibat dan memantau serta meneliti lampu yang dibagikan kepada kelompok masyarakat dengan melibatkan dosen dan mahasiswa yang berkolaborasi dengan Tim Peneliti Pusriskel KKP RI.

Semoga keterlibatan semua pihak harus terus membantu dalam proses alih teknologi. Salah satunya adalah penggunaan lampu bawah air untuk alat tangkap bagan yang ramah lingkungan. (hd/UBH 2018)
model cetak buat pdf untuk berita ini

Sosok : Dr. Azrita, Pakar Genetika dan Biologi Reproduksi Ikan Universitas Bung Hatta

Jumat 30 November 2018 - 08:24:50

FPIK, FPIK UBH - Bunghatta.ac.id. Dr. Azrita, S.Pi., M.Si., lahir di Palembang, 31 Juli 1975. Sepak terjang Doktor lulusan Universitas Andalas ini di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat patut diacungi jempol. Sejak tahun 2009 hingga 2018, ia telah banyak memenangkan hibah penelitian dan pengabdian di Kemenristekdikti.

Di antara hibah penelitian yang pernah diraihnya, antara lain Penelitian Hibah Bersaing Multitahun, Penelitian Hibah Kompetensi, Penelitian Strategis Nasional Multitahun, Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, Insentif Riset Inovasi Nasional (SINas), Penelitian Fundamental Mutitahun, Riset Inovatif - Produktif (RISPRO) Implementatif, Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi Multitahun.

Kemudian daripada itu, track record Dr. Azrita di bidang pengabdian sejak tahun 2003 hingga 2017, antara lain Kerja Sama PT PLN (Persero) Sektor Bukittinggi dengan LPPM Universitas Bung Hatta, Kerja Sama Kenagarian Mungo Kec. Luak Kab. Lima Puluh Kota dengan LPPM Universitas Bung Hatta, Hibah KemenristekDikti, Kerja Sama Dinas Perikanan Kab. Lima Puluh Kota dengan LPPM Universitas Bung Hatta, Kerja Sama Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Tanah Datar dengan LPPM Universitas Bung Hatta, Kerja Sama PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Bukittinggi dengan LPPM Universitas Bung Hatta, Kerja Sama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dengan LPPM Universitas Bung Hatta.

Tidak hanya itu, 34 kerja sama regional juga pernah dirintisnya sejak tahun 2001 hingga 2018. Belum lagi, pengalamannya sebagai pemakalah secara pada pertemuan atau seminar ilmiah ke berbagai acara, seperti Seminar Nasional Limnologi V di IPB International Convention Center, Forum Perairan Umum Indonesia Ke-8 di Hotel Jaya Daira Palembang, Seminar Nasional Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, Pertemuan Ilmiah Tahunan Masyarakat Limnologi Indonesia oleh Organisasi Profesi Ilmiah Masyarakat Limnologi Indonesia-Pusat Penelitian Limnologi LIPI, dan masih banyak puluhan kegiatan lagi.

Bukunyq di tahun 2010 dengan judul Pengelolaan Sumberdaya Perairan Umum Daratan oleh Bung Hatta University Press. Di 2014, Buku keduanya berjudul Teknologi Tepat Guna Pembenihan Ikan Bujuk (Channa lucius, CHANNIDAE) Pada Bak Beton oleh Bung Hatta University Press. Tahun 2018, terbit bukunya yang berjudul Biologi Reproduksi Channa lucius, CHANNIDAE oleh LPPM Universitas Bung Hatta. Masih di tahun yang sama, bukunya yang berjudul Media Pembelajaran Lingkungan berbentuk Komik �Danau Maninjau Membuat Risau oleh LPPM Universitas Bung Hatta.

Universitas Bung Hatta turut berbangga dengan segenap prestasi dosen-dosennya, seperti Dr. Azrita, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini.
(Rio)
model cetak buat pdf untuk berita ini
Halaman       >>  
Fasilitas Pencarian
Agenda Juli 2019
Belum ada agenda bulan ini.

SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031



Translate This Page
Copyright (c) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta
Dibangun oleh Tim Swakelola PTSS 2009 Univ. Bung Hatta bersama CV. Djamboe WebDesign